Kisah si Nenek Singkong dan Hakim Berhati Nurani (Marzuki)

23 Jan

Kategori: Broadcast, Email, Hoax, Motivasi
Status: Bohong

Kisah ini sudah beredar sejak 2011 (atau lebih lama) dan marak kembali disebarkan melalui BBM, dan viral di social media. Beberapa disertai foto loh.. Dan hebatnya beberapa sumber repost dari akun facebook Polres Sidoarjo😉 Terdapat variasi tulisan yang menyertakan nama PT. Andalas Kertas milik Bakrie Group, dan beberapa hanya menyebutkan PT saja.  :D

Posting ini juga diterjemahkan dalam bahasa asing… e.g.

Potret ketidakadilan rakyat kecil yang disertai foto tersebut menghiasi akun facebook milik Polres Sidoarjo, Kamis (1/3/2012) siang. Sayangnya, penguggah tidak menyebutkan lokasi pengadilan negeri yang menyidangkan kasus nenek versus pengusaha singkong itu.

Inilah cerita yang diunggah Polres Sidoarjo di akun facebook miliknya.

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan.

Namun seorang laki-laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

“Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya”.

“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sebelum palu diketuk, nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan ke panitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh “hakim Marzuki”.

Sumber:

Koran Tempo tanggal 30 Maret 2012

Versi yang lain (cuplikan):

Kasus tahun 2011 lalu di Kab. Prabumulih, Lampung (kisah nyata),……

Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorangg nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar. Namun manajer PT Andalas Kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.
Variasi Foto
Nenek-Singkong[1]
 

Bahasan:

  • Berita tersebut tidak ada di koran Tempo Maret 2012. Bahkan bantahannya sudah keluar dari awal 2012😉
  • Prabumulih bukan di Lampung, tapi Sumatra Selatan..
  • Hakim pake topi toga? Lagi wisuda ya? xD
  • Bakrie Group tidak pernah menjalankan bisnis kertas. Bantahan selengkapnya ada di: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/286667–andalas-kertas-bukan-milik-grup-bakrie- 
  • Cerita ini adalah saduran dari kisah dalam bahasa Inggris, hakimnya bernama Fiorello LaGuardia, dan sang nenek mencuri roti.   Kisah dalam bahasa Inggris dan bahasan versi snopes bisa diakses di:
    http://www.snopes.com/glurge/laguardia.asp
    (bahkan kisah Marzuki sudah dibahas di snopes, “odd variation” katanya xD)
  • Kisah ini diilhami juga oleh kejadian yang mirip di tahun 2009, berlokasi di Purwokerto, Jawa Tengah. Foto yang disertakan juga kebanyakan dari kisah ini; Nenek Minah yang disidang karena mencuri tiga buah kakao untuk dijadikan bibit. Tiga buah. Bahkan hakimnya juga diberitakan menangis saat membacakan forum, tapi doi tetep ngga pake topi dong… Pak Hakim tersebut berjudul Muslih Bambang Luqmono SH, bukan Marzuki.Berikut adalah potongan dari koran fisik KOmpas  (credit: koran di scan oleh Alid Abdul, postingan blog tersebut ada di sini)

    elegi-minah-dan-tiga-buah-kakao-1[1]
    P
    ada akhirnya nenek Minah mendapat vonis 1 bulan 15 hari, tapi  dengan masa percobaan selama 3 bulan sehingga tidak perlu masuk penjara.

    Apakah hakimnya kejam? – Seperti yang dikutip dari detik:
    http://news.detik.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari

    Pantauan detikcom, suasana persidangan Minah berlangsung penuh keharuan. Selain menghadirkan seorang nenek yang miskin sebagai terdakwa, majelis hakim juga terlihat agak ragu menjatuhkan hukum. Bahkan ketua majelis hakim, Muslih Bambang Luqmono SH, terlihat menangis saat membacakan vonis.”Kasus ini kecil, namun sudah melukai banyak orang,” ujar Muslih.

  • nenek-coklat-dal[1]
  • Sayangnya foto kedua belum diketahui asalnya😐

3 Responses to “Kisah si Nenek Singkong dan Hakim Berhati Nurani (Marzuki)”

  1. M Adhe Bhakti June 19, 2014 at 8:27 am #

    Foto yang kedua kejadiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena saya sering liputan di sana dan kenal ruangan serta tahu hakim-hakim yang di dalam foto.

    Tapi kejadian persisnya tidak tahu, kemungkinan saksi yang selesai memberi keterangan…

    • kariagekun June 19, 2014 at 9:19 am #

      wah! terima kasih banyak atas masukannya, akan saya apdet😀

Trackbacks/Pingbacks

  1. Nenek yang kelaparan, mencuri singkong, Hakim menangis saat menjatuhkan vonis 2.5 tahun | ANYTHING - November 1, 2013

    […] Ada yang bilang ini Hoax (SUMBER). […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: